Minggu, 14 Februari 2016

MAKALAH Perilaku Beragama Menurut Psikoanalisis



 

MAKALAH
Perilaku Beragama Menurut Psikoanalisis
Diajukan untuk memenuhi syarat kelulusan mata kuliah konseling agama
Dosen Pengampu: Agus Maemun, S.PD, S.Pd
Disusun oleh:
1)     Elis dewi  utami         (1113500113)
2)     Fasikhatun khotimah   (1113500161)
3)     Fraba murtaza            (1113500014)
4)     Ni’matul illahiyah       (1113500028)
5)     Retno wulandari         (1113500007)


Semester 4A


PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PANCASAKTI TEGAL
2015

Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang Perilaku Beragama Menurut Psikoanalisis ini dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya. Dan juga kami berterima kasih pada Bapak Agus Maemun, S.PD, S.Pd selaku Dosen mata kuliah konseling agama UPS Tegal yang telah memberikan tugas ini kepada kami.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.








Tegal, 19Maret 2015






BAB I
PENDAHULUAN


A.   Latar belakang
Pada abad ke-21 ini terdapat empat psikologi yang menonjol, salah satu diantaranya yaitu psikologi analisis. Keberjayaannya psikoanalisis antara lain disebabkan oleh para tokohnya yaitu freud, jung, dan lacan, yang benar-benar menguasai baik psikologi dan psikiatri. Psikoanalisa dianggap sebagai salah satu gerakan revolusioner di bidang psikologi yang dimulai dari satu metode penyembuhan penderita sakit mental, hingga menjelma menjadi sebuah konsepsi baru tentang manusia.
Dasar pemikiran Freud adalah bahwa sebagian besar perilaku manusia berasal dari proses yang tidak disadari (unconscious processes). Yang dimaksud Freud dengan proses tidak sadar ialah pemikiran, rasa takut, dan keinginan-keinginan yang tidak disadari seseorang memiliki pengaruh pada perilakunya, terutama pengaruh negatif berupa hasrat yang mengganggu keseimbangannya.
Sigmund Freud mengkonstruksi teori agama secara berbeda dari aliran psikologi behavioristik dan humanistik. Freud mengkaji persoalan kepribadian dan agama seseorang dari perspektif psikoanalisa. Menurut Freud, kepribadian manusia dibangun melalui tiga sistem: id, ego, sup
erego. Ketiga sistem itu, berada dalam tiga struktur kepribadian, yaitu alam sadar, alam pra-sadar, dan alam tak sadar. Menurut Freud, bagian terbesar dari jiwa manusia berada dalam alam ketidaksadaran, bukan alam sadar. Dan perilaku manusia dikendalikan oleh alam bawah sadar; seperti insting, hasrat, dan libido. Melalui tesis ini, teori agama diproduksi dan dikembangkan sedemikian rupa. Agama bagi Freud adalah dorongan libido yang muncul dari alam ketidaksadaran tersebut. Sebab itu, Freud
punya keyakinan bahwa agama tidak akan dapat mampu berbicara banyak dalam kehidupan, karena agama adalah sikap kegilaan yang infantil. Freud merekomendasikan agar manusia meninggalkan agama.

B.   Rumusan masalah
1.     Apa yang dimaksud dengan  Psikoanalisis?
2.     Bagaimana Pandangan tentang perilaku beragama menurut para tokoh Psikoanalisis ?
3.     Bagaimana Freud membangun argumentasinya ?
4.     Bagaimana Perbandingan Agama dengan gangguan jiwa (neurotik)?
5.    Bagaimana Kritik Terhadap Aliran Psikoanalis ?
C.   Tujuan Makalah
Dilihat dari rumusan masalah di atas dapat kita simpulkan tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu :
1.     Untuk mengetahui pengertian dari Psikoanalisis tentang Perilaku Beragama.
2.     Untuk mengetahui bagaimana pandangan tentang Perilaku Beragama menurut para tokoh Psikoanalisis.
3.     Untuk mengetahui argumentasi menurut Freud.
4.     Untuk mengetahui bagaimana perbandingan Agama dengan gangguan Jiwa ( Neurotik ) .
5.     Untuk mengetahui bagaimana kritik terhadap aliran Psikoanalisis.









BAB II
PEMBAHASAN

A.    Aliran psikoanalisa
a.      Pengertian psikoanalisis secara Umum
Psikoanalisa ditemukan di Wina, Austria, oleh Sigmund Freud. Psikoanalisis merupakan salah satu aliran di dalam disiplin ilmu psikologi yang memilik beberapa definisi dan sebutan, Adakalanya psikoanalisis didefinisikan sebagai metode penelitian, sebagai teknik penyembuhan dan juga sebagai pengetahuan psikologi.
Psikoanalisa menurut definisi modern yaitu (1) Psikoanalisis adalah pengetahuan psikologi yang menekankan pada dinamika, faktor-faktor psikis yang menentukan perilaku manusia, serta pentingnya pengalaman masa kanak-kanak dalam membentuk kepribadian masa dewasa, (2) Psikoanalisa adalah teknik yang khusus menyelidiki aktivitas ketidaksadaran (bawah sadar), (3) Psikoanalisa adalah metode interpretasi dan penyembuhan gangguan mental.
            Freud mengkaji persoalan kepribadian dan agama seseorang dari perspektif Psikoanalisa. Menurut Freud, kepribadian manusia di bangun melalui tiga system : ID, EGO, SUPER EGO. Ketiga system itu berada dalam tiga struktur kepribadian, yaitu alam sadar,alam prasadar, dan alam tak sadar. Menurut Freud bagian terbesar dari jiwa manusia berada dalam alam ketidaksadaran, bukan alam sadar. Dan perilaku manusia dikendalikan oleh alam bawah sadar : seperti insthing, hasrat dan Libido melalui tensis ini, teori agama di produksi dan di kembangkan sedemikianrupa. Agama bagi Freud adalah dorongan Libido yang muncul dari alam ketidaksadaran tersebut. Sebab itu, Freud punya keyakinan bahwa agama tidak akan daoat mampu berbicara banyak dalam kehidupan, karena agama adalah sikap kegilaan yang infantile. Freud merekomendasikan agar manusia menginggalkan agama.
b.     Konsep Manusia Dalam Psikoanalisa
Menurut Sigmund Freud, perilaku manusia itu ditentukan oleh kekuatan irrasional yang tidak disadari dari dorongan biologis dan dorongan naluri psikoseksual tertentu pada masa enam tahun pertama dalam kehidupannya. Pandangan ini menunjukkan bahwa aliran teori Freud tentang sifat manusia pada dasarnya adalah deterministik. Namun demikian menurut Gerald Corey yang mengutip perkataan Kovel, bahwa dengan tertumpu pada dialektika antara sadar dan tidak sadar, determinisme yang telah dinyatakan pada aliran Freud luluh. Lebih jauh Kovel menyatakan bahwa jalan pikiran itu adalah ditentukan, tetapi tidak linier. Ajaran psikoanalisis menyatakan bahwa perilaku seseorang itu lebih rumit dari pada apa yang dibayangkan pada orang tersebut.
Di sini, Freud memberikan indikasi bahwa tantangan terbesar yang dihadapi manusia adalah bagaimana mengendalikan dorongan agresif itu. Bagi Sigmund Freud, rasa resah dan cemas seseorang itu ada hubungannya dengan kenyataan bahwa mereka tahu umat manusia itu akan punah. Dan struktur kepribadian Dalam teori psikoanalitik, struktur kepribadian manusia itu terdiri dari id, ego dan superego.
1.             Id adalah komponen kepribadian yang berisi impuls agresif dan libinal, dimana sistem kerjanya dengan prinsip kesenangan “pleasure principle”.
2.              Ego adalah bagian kepribadian yang bertugas sebagai pelaksana, dimana sistem kerjanya pada dunia luar untuk menilai realita dan berhubungan dengan dunia dalam untuk mengatur dorongan-dorongan id agar tidak melanggar nilai-nilaisuperego. 
3.             Superego adalah bagian moral dari kepribadian manusia, karena ia merupakan filter dari sensor baik- buruk, salah- benar, boleh- tidak sesuatu yang dilakukan oleh dorongan ego.
B.    Pandangan tentang perilaku beragama menurut para tokoh Psikoanalisis.

C.    Bagaimana Freud membangun argumentasinya


D.    Perbandingan Agama dengan gangguan jiwa (neurotik)
Freud sebagai tokoh Psikoanalisa menganggap bahwa kepercayaan agama sebagai kekeliruan. Agama adalah takhayul. Namun pada saat yang sama, ia melihat agama sebagai takhayul yang menarik dan menimbulkan pertanyaan-pertanyaan penting tentang manusia.
Kenapa manusia mau mempercayai agama, bahkan dilakukan dengan kesungguhan yang mendalam, padahal agama adalah kekeliruan? Jika memang agama itu tidak rasional, lantas kenapa manusia masih membutuhkannya? Dan kenapa mereka masih memegangnya? Dengan menggunakan kacamata psikoanalisa, Freud berani menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut secara gamblang.
Dalam sebuah artikel Freud yang diterbitkan dengan judul Obsessive Actions and Religious Practices (1907), dia menyimpulkan perilaku orang beragama mirip dengan tingkah laku pasien neurotisnya. Misalnya, keduanya sama-sama menekankan bentuk-bentuk seremonial dalam melakukan sesuatu, dan sama-sama akan merasa bersalah seandainya tidak melakukan ritual-ritual tersebut dengan sempurna.
Pada kedua kasus tersebut, upacara-upacara yang dilakukan juga diasosiasikan dengan dorongan represi dasariah. Gangguan psikologis biasanya muncul dari ketertekanan hasrat seksual, sedangkan dalam agama sebagai akibat ketertekanan diri (ke’aku’an), yaitu pengontrolan terhadap insting-ego. Jadi, kalau represi seksual terjadi dalam gangguan obsesi mental diri seseorang, maka agama yang dipraktekkan oleh lebih banyak kalangan bisa dikatakan sebagai gangguan obsesi mental secara universal.
Perbandingan ini merupakan tema kunci dalam seluruh tulisan Freud tentang agama. Dalam pandangannya, perilaku agama selalu mirip dengan penyakit jiwa.

E.     Kritik Terhadap Aliran Psikoanalis
Psikoanalisis adalah aliran Psikologi yang dikembangkan oleh Sigmund Freud, yang memandang manusia adalah makhluk yang hidup atas bekerjanya dorongan dorongan (id) dan memandang manusia sangat ditentukan oleh masa lalunya. Freud mengungkapkan satu satunya hal yang mendorong kehidupan manusia adalah dorongan id (libido seksualitas) dan mendapat tantangan keras. Teori ini dipandang menyederhanakan kompleksitas dorongan hidup manusia. Teori ini kesulitan untuk menjelaskan hubungan seseorang akan aktualisasi diri atau juga kebutuhan untuk  beragama. Teori ini tak mampu menjelaskan tentang dorongan yang dimiliki Muslim untuk mendapat ridha dari Allah SWT. Teori ini tidak akan mampu menjelaskan kebutuhan manusia dalam ajaran Islam diyakini bahwa manusia punya kecenderungan untuk beragama (fithrah) Konsep Psikoanalisis menekankan pengaruh masa lalu sehingga dikritik banyak kalangan, karena terkandung pesimisme pada setiap upaya pengembangan diri manusia. Jika dibandingkan dengan kebanyakan aliran psikologi lainnya, aliran psikoanalis memang mendapatkan paling banyak kritik. Barakatu (2007) dalam telaah kritisnya terhadap Freud; Agama dan Implikasinya dalam Pendidikan, diantaranya.
a.      Cacat metodologis menjadi keberatan paling utama terhadap
teori Freud mengenai agama.
b.Seks bukan satu-satunya penentu kepribadian manusia.
c.Penganut agama yang taat adalah manusia yang memiliki kesehatan mental yang  jauh lebih baik dari orang yang terkena ilusi dan mengidap neurosis.



BAB III
PENUTUP
A.    Simpulan

B.    Saran



















DAFTAR PUSTAKA

Jalaludin.Psikologi Agama.Jakarta : PT. Grafindo Persada.2009

2 komentar:

  1. yang Pandangan tentang perilaku beragama menurut para tokoh Psikoanalisis belum ada ya ?

    BalasHapus
  2. Casino Lake Tahoe, Nevada - Mapyro
    The 상주 출장마사지 map shows Harrah's Lake 광양 출장샵 Tahoe, Nevada. Stateline 동해 출장샵 Lake Tahoe Casino Lake Tahoe, 사천 출장마사지 Nevada, Stateline Lake 서울특별 출장마사지 Tahoe, Nevada.

    BalasHapus