| Self Regulated Learning (SLR) |
|
|
|
| Ditulis Oleh Ifdil | |
| Wednesday, 29 October 2014 | |
|
Pada hakekatnya SRL merupakan
kemampuan mengontrol perilaku diri sendiri terhadap suatu situasi
tertentu. Nilai pengaturan SRL dibuat berdasarkan keyakinan kemampuan
diri sendiri. Di dalam situasi akademis, SRL dapat digunakan untuk
mengembangkan keterampilan siswa dalam mengatasi berbagai kesulitan
belajar yang dihadapi.
Menurut Zimmerman teori kondisioning memberi motivasi bagi siswa untuk belajar. Hal ini berkaitan dengan reinforcement yang diberikan kepada siswa. Siswa dapat mengatur dirinya sendiri untuk memberi reinforcement yang
menyenangkan atau tidak menyenangkan bagi dirinya sebagai tindakan
motivasi dalam belajar. Dari segi pembelajaran, penguatan dengan hadiah
atau juga hukuman akan dapatmengubah keinginanan menjadi kemauan dan
selanjutnya kemauan menjadi cita-cita.
Secara prinsip menurut Zimmerman,
penerapan SRL meliputi beberapa kemampuan siswa, yaitu kemampuan siswa
memperjelas tujuan belajarnya, kemampuan siswa menyesuaikan materi
belajar dengan bakat dan minatnya, kemampuan siswa menciptakan
pembelajaran yang menantang, merangsang, menyenangkan, dan kemampuan
siswa menghindari tekanan yang tidak menentu seperti suasana
menakutkan, mengecewakan, membosankan, membingungkan bahkan
menjengkelkan. Pendapat ini didukung oleh beberapa teori belajar, salah
satunya adalah teori kondisioning Skinner, teori belajar Albert
Bandura, teori kondisi
belajar Robert Gagne, teori pengembangan kognitif Jean Piaget dan teori atribusi Bernand Weiner.
Berdasarkan perspektif sosial kognitif, peserta didik yang dapat dikatakan sebagai self-regulated learner adalah
peserta didik yang secara metakognitif, motivasional, dan behavioral
aktif dan turut serta dalam proses belajar mereka (Zimmerman, 1989).
Peserta didik tersebut dengan sendirinya memulai usaha belajar secara
langsung untuk memperoleh pengetahuan dan keahlian yang diinginkan,
tanpa bergantung pada guru, orang tua atau orang lain.
Para pakar teori Self-Regulation memandang
belajar sebagai suatu proses yang bersifat multidimensi yang mencakup
aspek personal (kognitif dan afektif/emosional), perilaku (behavioral),
dan kontekstual. Hal ini berarti SRL bukanlah merupakan manifestasi
tunggal dari aspek kepribadian, melainkan sinergi dari berbagai aspek
kepribadian yang secara kompleks terlibat dalam proses belajar, serta
konteks yang melingkupi. Maka anggapan Self-Regulation sebagai
kemampuan mental yang dapat terukur menjadi kurang tepat. Oleh karena
itu penggunaan instrumen untuk menjalankan proses self regulation
menjadi tidak tepat sasaran.
Seperti diungkapkan di atas bahwa Self-regulated learning (pengaturan
diri dalam belajar) mencakup kemampuan strategi kognitif, belajar
teknik pembelajaran, dan belajar sepanjang masa. Pendapat tersebut
sejalan dengan pemikiran Schunk dan Zimmerman Winne,1997:397), yang
mengkategorikan self-regulated learning sebagai dasar kesuksesan belajar, problem solving, transfer belajar,dan kesuksesan akademis secara umum.
Sejalan dengan pendapat Zimmerman, Schunk (dalam Schunk& Zimmerman, 1998) menjelaskan juga bahwa self-regulated learning berlangsung
bila peserta didik secara sistematik mengarahkan perilaku dan
kognisinya dengan cara memberi perhatian pada instruksi tugas-tugas,
melakukan proses dan mengintegrasikan pengetahuan, mengulang-ulang
informasi untuk diingat serta mengembangkan dan memelihara keyakinan
positif tentang kemampuan belajar dan mampu mengantisipasi hasil
belajarnya
Dalam sebuah artikel, dijelaskan bahwa
SRL, merupakan belajar yang terjadi atas inisiatif siswa yang memiliki
kemampuan untuk mempergunakan pemikiran-pemikirannya,
perasaan-perasaannya, strateginya dan tingkah lakunya untuk mencapai
tujuan (introduction to The Self-Regulated Learning (SRL) Cycle,
http://vcs2.ccc.cccd.edu/edu120). Oleh karena itu aspek inisiatif siswa
menjadi sangat penting untuk memulai adanya kemampuan ini. siswa yang
aktif, kreatif, dan dinamis biasanya akan mempunyai banyak inisiatif
untuk melakukan kegiatan, sehingga bisa diperkirakan bahwa siswa yang
memiliki kemampuan SRL cenderung akan menunjukkan tingkah laku yang
dinamis dan efektif.
Sumber. www.konselingkita.com
|



How to Make Money from Betting on Sports Betting - Work
BalasHapus(don't worry communitykhabar if you get 바카라 사이트 it jancasino wrong, though) The process involves wooricasinos.info placing bets on different events, but it หาเงินออนไลน์ can also be done by using the